WIGA KAMPUS WIRAUSAHA,- Sharing dan diskusi lintas elemen Inkubasi Bisnis Huntap Semeru menebarkan rasa optimisme tentang role model pemberdayaan masyarakat penyintas erupsi Semeru. Kegiatan berlebel ‘Jaging Gayeng’ berlangsung di Pasar Komunitas Huntap Semeru, Minggu (30/11/2025). Beberapa narasumber yang hadir yaitu, Sekretaris Daerah Kabupaten Lumajang Drs Agus Triyono, camat Candipuro, Rektor ITB Widya Gama Lumajang Dr Khoirul Ifa, SE,MSE, Ketua Yayasan Pembina Pendidikan Semeru, Kasno, SE,MM, LPPM ITB Widya Gama saudari Dr. Retno, komunitas KM3 (Kelompok Monggo Mlampah Mawon), unsur pemerintah desa dan kelompok masyarakat terdampak.
Rektor Institut Teknologi dan Bisnis Widya Gama Lumajang Dr Khoirul Ifa, SE.MSE mengungkapkan diskusi dan sharing ini berupaya untuk menyamakan persepsi tentang model pendampingan masyarakat penyintas Semeru. ‘’Ini sekaligus menyampaikan progres tentang pendampingan masyarakat,’’ungkapnya. Lebih lanjut Khoirul Ifa mengatakan progres pendampingan ini bisa menjadi role model pemberdayaan ekonomi sebagai salah satu model berkelanjutan bagi penanganan masyarakat terdampak erupsi Semeru.



Dr Khoirul Ifa, SE.MSE menambahkan, pemerintah menyambut baik pendampingan yang selama ini dilakukan, dan agar dilanjutkan dengan berkolaborasi dengan stakeholder lainnya’’ Ke depan akan di lakukan semiloka untuk menyampaikan role model ini kepada khalayak, ‘’imbuhnya. Ini sekaligus untuk mendapatkan dukungan multi pihak, agar pendampingan bisa berjalan lebih efektif.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Retno dari LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) ITB Widya Gama Lumajang menyampaikan Untuk pasar komunitas sendiri, akan terus dikembangkan dengan mengkolaborasikan konsep wisata, agar menjadi destinasi pengunjung. ‘’ Sehingga meningkatkan nilai transaksi ekonomi di Huntap,’’imbuhnya.