Hari  masih gelap, matahari masih belum menyapa. Tiga  truck dengan label ‘laba-Laba’ melesat meninggalkan kampus ITB Widya gama Lumajang. Dari balik kemudi sang sopir melambaikan jari   tangan jempol. Truk  milik Batalyon 527 Lumajang  ini  bakal mengangkut bocah-bocah penyintas erupsi Semeru  ke Tumpak Selo, Petahunan Lumajang. Tiga kendaraan ini menjemput para bocah di lokasi pengungsian  di SMPN 2 Pronojiwo. Mereka ini akan mengikuti ‘ Kelas Ceria dan Healing Day ‘, Senin (01/12/2025) yang diselenggarakan Institut Teknologi dan Bisnis Widya Gama Lumajang

Sementara di obyek wisata puluhan penari kolaborasi mahasiswa ITB Widya Gama Lumajang dan pelajar SMPN 1 Sukodono   telah siap menyambut bocah-bocah ini beserta pendampingnya.  Tak lama berselang,  Rektor Dr Khoirul Ifa SE. MSE dan Ketua TP PKK Kabupaten Lumajang Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma juga  tiba. Sesaat kemudian, tiga truk ‘Laba-Laba’ ini  sampai Tumpak Selo. Mereka yang menunpang truk ini  langsung disambut oleh Rektor ITB Widay Gama Lumajang, para Wakil Rektor, Ketua TP PKK Kabupaten Lumajang, Sumarli Kepala Desa Petahunan dan perangkatnya plus Pokdarwis.

Wajah-wajah penuh keceriaan terpancar jelas di raut  para bocah penyintas. Yel-yel ‘Regu Singa’ terus menggema  dari para penyintas ini  menuju  lokasi penyambutan. ‘’  Saya sangat mendukung  kegiatan yang dilaksanakan oleh ITB Widya Gama Lumajang,’’kata Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma.  Istri Wakil Bupati Lumajang ini  juga terus menyemangati  para penyintas ini. ‘’ Kalian tidak sendiri, masih banyak yang peduli dan akan membuat semua bangkit,’’ tambahnya.

Rektor  Dr Khoirul Ifa, SE. MSE  langsung  menimpali. ‘’ Anak-anakku tetap harus ceria,’’timpalnya. Lantas Khoirul Ifa  mengharpakan agar  para bocah ini  memanfaatkan waktu di Tuimpak Selo ini dengan sebaik-baiknya. ‘’ Silahkan bermain dengan penuh ceria dan hati-hati,’’ katanya mengingatkan.  Teriakan ‘Horee, main ban’ dan ‘Ayo berenang’ nampak jelas dari celoteh bocah ini menyambut rekreasi yang sebentar dimulai.

Secepat kilat para penyintas ini  langsung  berbaur dengan pengunjung lain untuk memulai petualangannya di lokasi mini tubing. Langsung meluncur penuh  gelak tawa ceria dengan menumpang ban dalam masing-masing sebagai alat pelampung.  Berkali-kali para bocah penyintas   bermini tubing ria ini. Sementara para pendamping  dan undangan yang lain memperhatikan tingkah pola mereka dengan senyuman turut bergembira ria.

Pihak desa sendiri  langsung menggratiskan tiket masuk dan sewa bagi penyintas erupsi Semeru ini. Kepala Desa Petahunan, Sumbersuko Kabupaten  Lumajang, Sumali mengaku turut bahagia bisa turut memberikan aksi nyata kemanusiaan ini. ‘’  Alhamdulillah bisa memberikan  aksi nyata untuk penyimtas Semeru,’’ katanya di sela-sela  ramah tamah dengan undangan  kegiatan ini Gazebo dalam  Tumpak Selo.

Bergembira ria dengan para bocah penyintas Semeru  bersama pendamping berlanjut   ke kampus ITB Widya Gama Lumajang. Mereka memperoleh  kesempatan berbelanja berbaagai kebutuhan  yang ada secara gratis  pada kegiatan bertajuk ‘Mini Shopping’. Berbagai  barang kebutuhan yang ada langsung ludes dalam sekejab. ‘’ Barang-barang  di ‘Mini Shopping’ merupakan  hasil donasi  dari ITB Widya Gama Lumajang,’’ jelas Nuning dan Yessi, Koordinator ‘Mini Shopping’.

Pasca belanja gratis,  suguhan musik dan  makan siang prasmanan tersaji di Auditorium ‘Semeru’ kampus ini. Kenikmatan  serasa nyata di tempat ini,  semua berbaur menjadi satu dan tiada sekat.  Jajaran Rektorat, pejabat Struktural, Tenaga Kependidikan, Relawan ITB Widya Gama Lumajang, relawan dan para boca serta pendamping erupsi Semeru tumpek blek.  Lagu-lagu   yang dibawakan artis kampus ini turut menambah suasana ceria acara ini.

Tak ketinggalan para bocah penyintas erupsi Semeru ini turut berpartisipasi  dengan menyanyikan lagu khas anak, ada ‘Bintang Kecil’ dan ‘Pelangi-Pelangi’ feat  artis kampus. Kegiatan ini belum usai, mereka juga  menikmati  fasilitas lift   yang ada di kampus ini. Sebagai kenangan, foto bersama  seluruh yang terlibat pada kegiatan ini, sebelum mereka meninggalkan kampus ini menuju Posko Pengungsian di SMPN 2 Pronoijiwo.

Acara  ini  merupakan rangkaian dari ‘WiGa Care & Response’. Selama dua hari kampus ITB Widya Gama Lumajang melakukan berbagai kegiatan.  Yaitu, , Kanvas Harapan, Kelas Ceria, WiGa Reading Corner, Foto Keluarga Gratis (29/11 – 01/12/2025, SMPN 2 Pronojiwo).  Kemudian Healing Day, Tari Kolosal, Foto Kenang-Kenangan (Tumpak Selo-Petahunan, 01/12/2025), Bank Pakaian Layak (01/12/2025, Kampus  ITB Widya Gama Lumajang) dan Doa Bersama (Huntap Sumbermujur,13/12/2025).