WIGA KAMPUS WIRAUSAHA,-  Bekerja sama dengan Pemkab Lumajang, Institut Teknologi dan Bisnis  Widya Gama  (ITB WiGa)  Lumajang   melakukan evaluasi  implementasi program IAD (Integrated Area Development) atau  Pengembangan Wilayah Terpadu bertajuk ‘’Kajian Evaluasi Implementasi Program IAD Perhutanan Sosial Terhadap Kesejahteraan Masyarakat 2026 Sekitar Hutan’’.  Sebagai  wujud dari realiasasi ini,  Ketua Tim  Dr Khoirul Ifa, SE. MM  yang juga Rektor ITB Widya Gama Lumajang menyampaikan paparan laporan pendahuluan, Senin (28/09/2026)  di Auditorium ‘’Semeru’’ kampus setempat.

Rektor ITB WiGa Lumajang Dr Khoirul Ifa SE. MSE mengungkapkan IAD Perhutanan Sosial ini perlu diveluasi berangkat dari  kondisi Perhutanan sosial  merupakan salah satu  pendekatan  pengelolaan  hutan  yang memberikan  ruang  kepada masyarakat sekitar hutan. ‘’ Ini dilakukan untuk  memperoleh akses  kelola dan mengembangkan  kegiatan ekonomi dengan tetap menjaga  keberlanjutan  fungsi kawasan,’’ jelasnya.

Pihaknya, lanjut Khoirul Ifa, perlu melakukan kajian terhadap hal ini. ‘’   Tentunya agar diperoleh penilaian yang sistematis, objektif, dan partisipatif mengenai implementasi IAD Perhutanan Sosial selama kurang lebih lima tahun,’’tambahnya.

Kajian ini akan menyasar  Rumah tangga hutan dan/atau anggota KTH/LMDH/KUPS/penerima manfaat IAD di delapan desa di dua kecamatan. Guna mendukung kegiatan ini sudah ada komposisi tim. Terdiri dari Ketua Tim. Ahli Ekonomi,, Ahli Kebijakan, Administrator dan Surveyor.

Program IAD atau Integrated Area Development (Pengembangan Wilayah Terpadu) berbasis Perhutanan Sosial adalah pendekatan pembangunan wilayah yang menyatukan berbagai potensi usaha dan sektor dalam satu lanskap kawasan hutan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat