WIGA KAMPUS WIRAUSAHA,-Gelaran “WIDYA GAMA Bersholawat” pada Kamis malam (11/12/2025) menjelma menjadi salah satu peristiwa keagamaan terbesar yang pernah digelar di Lumajang. Ribuan jamaah dari berbagai penjuru kota dan daerah sekitar tumpah ruah memenuhi lapangan Institut Teknologi dan Bisnis Widya Gama Lumajang, bahkan meluber hingga sepanjang akses jalan utama kampus. Arus manusia yang tidak henti mengalir sejak sore hari menciptakan panorama kerumunan yang jarang disaksikan di kawasan ini, menegaskan besarnya antusiasme masyarakat untuk mengikuti Doa Bersama untuk Indonesia dalam rangka Dies Natalis ke 38 ITB WIGA.
Hadirnya para tokoh bergengsi seperti Gus Robith Abdillah, KH Saifillah Bagdad, Ust. Ahmad Roy M sang Qori internasional, serta Majelis Nurus Shola, menjadikan acara ini tidak sekadar seremoni kampus, tetapi sebuah magnet spiritual yang menyatukan masyarakat dari beragam latar belakang. Barisan pimpinan kampus, ketua yayasan, pejabat struktural, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga tamu undangan lintas lembaga turut meramaikan dan memperkuat legitimasi acara berskala besar ini.



Rektor ITB Widya Gama, Dr Khoirul Ifa, SE., MSE, menegaskan bahwa kegiatan monumental ini merupakan bagian dari rangkaian program institusi sekaligus ikhtiar moral kampus untuk mendoakan ketenteraman Indonesia, termasuk Kabupaten Lumajang. Ia mengungkapkan bahwa sebelum puncak acara, kampus telah melakukan berbagai kegiatan sosial seperti Kanvas Harapan, Healing, dan membatik di lokasi pengungsian, sebagai bukti nyata komitmen pengabdian kepada masyarakat.
Hingga doa terakhir dilantunkan, massa tidak beranjak dari tempatnya. Lantunan sholawat dari Majelis Nurus Sholah disimak khidmat, bahkan kerap diikuti jamaah yang terhanyut dalam suasana religius yang kuat. Meski jumlah peserta membludak, acara berlangsung tertib, aman, dan kondusif, menunjukkan kesiapan panitia dan kelayakan penyelenggaraan di ruang publik berskala besar.
Selain nilai spiritual dan sosial, kegiatan ini turut memberi dampak ekonomi. Deretan UMKM yang mengisi lapak khusus di area acara memperoleh peluang besar untuk memperkenalkan dan mengembangkan usaha mereka di hadapan ribuan pengunjung. Malam itu, Widya Gama tidak hanya menjadi pusat cahaya doa dan harapan, tetapi juga denyut perputaran ekonomi rakyat.
Acara ini dipandang layak menjadi perhatian publik karena skalanya yang besar, melibatkan tokoh nasional, dihadiri ribuan massa, berdampak sosial ekonomi, serta berjalan tertib dan sukses. Lumajang kembali mencatatkan diri sebagai tuan rumah salah satu perhelatan keagamaan paling megah di penghujung tahun.