WIGA KAMPUS WIRAUSAHA,- Rektor Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Widya Gama Lumajang Dr Khoirul Ifa, SE. MSE memastikan kampusnya telah menyiapkan berbagai perangkat untuk mendukung pelaksanaan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Penyiapan perangkat meliputi kurikulum, sarana dan pra sarana dan ketersediaan Sumber Daya Manusia.
Hal ini disampaikan Dr Khoirul Ifa SE.MSE pada acara pembukaan Workshop dan Pelatihan Tim Pengelola Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), di Auditorium ‘Semeru’ ITB Gama. Hadir pada pembukaan ini, jajaran Rektorat, Pejabat Struktural dan para Dosen. Kegiatan ini berlangsung Selasa – Rabu, (16-17/12/2025) yang diikuti oleh seluruh Dosen dan menghadirkan nara sumber Dr Drs Ludfi Djajanto, MBA dari Tim Belmawa Bidang RPL.


Lebih lanjut Khoirul Ifa mengatakan regulasi pendidikan tinggi yang ada menuntut fleksibilitas. ‘’ Sekarang boleh melakukan pengajaran secara online, offline dan hibrid serta RPL,’’katanya. Untuk RPL sendiri, lanjut Rektor ITB Widya Gama Lumajang, membuka peluang melakukan pengakuan terhadap pendidikan dan pengalaman bekerja. ‘’Untuk itu ITB Widya Gama Lumajang telah menyiapkan untuk menyambut kebijakan RPL ini,’’ tambahnya. Termasuk telah melakukan benchmarking ke kampus yang sudah melaksanakan RPL.
RPL dalam pendidikan tinggi merupakan langkah nyata untuk kebutuhan akan kesetaraan akses pendidikan dan penghargaan terhadap pengalaman praktis. Selain itu merupakan wujud nyata menghargai Pembelajaran Sepanjang Hayat (Lifelong Learning): RPL mengakui bahwa pembelajaran tidak hanya terjadi di ruang kelas formal. Pengalaman kerja bertahun-tahun, kursus, dan sertifikasi mandiri juga merupakan bentuk pembelajaran yang berharga.